<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>_____Yuan's Blog_____</title>
	<atom:link href="http://yuanmandika.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yuanmandika.wordpress.com</link>
	<description>_Karena Ke-Sepuluh Jariku Lebih Baik Daripada Ke-Dua Mulutku_</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Mar 2011 16:19:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yuanmandika.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>_____Yuan's Blog_____</title>
		<link>http://yuanmandika.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yuanmandika.wordpress.com/osd.xml" title="_____Yuan&#039;s Blog_____" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yuanmandika.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Penjajahan-Modern di Indonesia</title>
		<link>http://yuanmandika.wordpress.com/2011/03/07/penjajahan-modern-di-indonesia/</link>
		<comments>http://yuanmandika.wordpress.com/2011/03/07/penjajahan-modern-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Mar 2011 16:19:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuanmandika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jajah]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Modern]]></category>
		<category><![CDATA[Penjajahan]]></category>
		<category><![CDATA[Upeti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuanmandika.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Penjajahan. Apa sih penjajahan itu? Akhir-akhir ini saya sering memikirkan apakah penjajahan itu. Kita, bangsa Indonesia melalui proklamasi kemerdekaan yang dikumandangkan oleh founding father kita Bapak Soekarno, telah bebas dan lepas dari penjajahan. Apakah hal itu menandakan kita telah merdeka secara riil? Apabila kita mengingat sejarah, pada jaman pertengahan ketika bangsa-bangsa di bumi ini saling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuanmandika.wordpress.com&amp;blog=3630026&amp;post=122&amp;subd=yuanmandika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penjajahan. Apa sih penjajahan itu? Akhir-akhir ini saya sering memikirkan apakah penjajahan itu. Kita, bangsa Indonesia melalui proklamasi kemerdekaan yang dikumandangkan oleh founding father kita Bapak Soekarno, telah bebas dan lepas dari penjajahan. Apakah hal itu menandakan kita telah merdeka secara riil?</p>
<p>Apabila kita mengingat sejarah, pada jaman pertengahan ketika bangsa-bangsa di bumi ini saling menaklukkan, penjajahan benar-benar terjadi di mana-mana. Bangsa Romawi yang pernah menguasai daratan Eropa dengan kaisar-kaisarnya yang ambisius. Kemudian Bangsa Hun musuh besar Romawi bersama Attila sang Hun yang membabi buta memperluas kekuasaan mereka hingga Timur Tengah. Gengis Khan dengan bangsa Mongolnya melakukan penaklukan daerah-daerah China daratan hingga Eropa. Di Indonesia juga ada Patih Gajah Mada yang dengan ke<em>garang</em>annya mempersatukan nusantara dengan tekad amukti palapanya. Beberapa contoh di atas memperlihatkan naluri manusia dari jaman dahulu adalah menguasai daerah lain, yang dalam hal ini bisa dikatakan daerah jajahan.</p>
<p>Pada jaman dahulu, suatu daerah dikatakan takluk atau terjajah oleh suatu daerah ditandai dengan daerah terjajah memberikan upeti secara rutin kepada daerah penjajah. Upeti yang lazim pada saat itu kebanyakan adalah berupa emas. Jadi inilah definisi inti dari penjajahan. Mereka memberikan secara rutin upeti tersebut kepada ibukota mereka yang adalah penjajah mereka.</p>
<p>Dewasa ini adalah era yang sama sekali berbeda dengan era jaman pertengahan. Era yang lebih terbuka yang memungkinkan suatu negara berhubungan dengan negara lain dengan sangat mudahnya. Era globalisasi dimana barang-barang industri dalam dan luar negeri akan berjajar dan bersaing. Perputaran barang dagangan bergerak dengan cepatnya. Keadaan Ini memungkin terjadinya perubahan bentuk penjajahan yang baru.</p>
<p>Di Indonesia, berbagai macam barang berasal dari negara luar Indonesia sangat mudah dijumpai di pertokoan. Elektronik, pakaian, dsb semuanya ada. Mereka menjual atau menawarkan barang dagangannya di Indonesia bukan tanpa tujuan. Tujuannya yakni uang dan pengaruh. Mengereka mencoba untuk mengeruk uang kita dan mencoba memberikan pengaruh dari negara mereka ke Indonesia baik pengaruh budaya mereka ataupun pola pikir.</p>
<p>Apabila kita lihat di sekitar kita banyak sekali barang-barang  bukan dibuat di Indonesia. Membeli barang bermerk asing, mau tidak mau, berarti kita telah memberikan uang kita kepada mereka. Apa yang mereka lakukan dengan uang kita? Ya untuk membangun negara mereka. Untuk makanan kecil misalnya, walaupun jumlahnya kecil uang yang kita sumbang untuk mereka, apabila diakumulasikan bisa menjadi besar juga. Dan inilah bentuk upeti kepada para penjajah saat ini.</p>
<p>Saat ini tidak sedikit orang yang membeli berdasarkan merk, walaupun kadang memiliki kualitas yang hanya sedikit lebih baik dari merk lain mereka rela merogoh kocek mereka jauh lebih basar hanya demi membeli merk tersebut. Karena ada anggapan saat ini, merk tertentu dapat menaikkan strata sosial, yang menurut saya anggapan tersebut adalah sangat tidak penting. Celakanya merk-merk produk Indonesia sudah ter-cap sebagai merk kelas 2.</p>
<p>Penjajahan melalui produk pun telah terjadi di mana-mana di berbagai macam produk. Kendaraan seperti mobil dan motor Indonesia sangat tidak berdaya, banjiran invasi telah terjadi yang kebanyakan adalah produk asing seperti Jepang, Eropa, Korea, Amerika, dll. Invasi ini telah membungkam perkembangan produk lokal kendaraan bermotor di Indonesia. Hasilnya adalah, uang kita melayang untuk menyumbang pembangunan negara-negara tersebut. Produk lain seperti elektronik, produk olah raga, dan beberapa produk lain pun dalam kondisi yang tidak jauh berbeda. Kadang kita ingin membeli barang tetapi tidak ada produk Indonesia untuk jenis barang tersebut. Kita harus menyadari bahwa itulah hasil invasi mereka, yaitu membungkam perkembangan industri dalam negeri.</p>
<p>Apabila kita lihat contoh China, mereka sangat memproteksi barang-barang apa saja yang boleh masuk di negaranya. Bahkan dalam dunia maya, raksasa Google dan Facebook pun tak sanggup menembus tembok china mereka. Mereka lakukan hal tersebut tidak lain adalah agar produk mereka dapat berkembang dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kemudian ada India, yang berpuluh tahun tetap menggunakan Bajaj mereka, walaupun bisa dikatakan relatif tertinggal dengan produk-produk serupa buatan negara maju seperti Jepang atau Eropa. Hasilnya, kini Bajaj berhasil masuk pasar Indonesia dan kita kembali tidak berdaya dengan kondisi ini.</p>
<p>Sungguh bijak bagi kita generasi muda penentu masa depan Indonesia jika membudayakan membeli dan mempergunakan produk dalam negeri. Dengan melakukan tersebut berarti kita telah melepaskan diri kita dari penjajahan. Uang kita tidak akan mengalir ke kantong-kantong mereka. Memajukan industri Indonesia sendiri dan mengangkat harga diri bangsa sehingga lebih terpandang oleh bangsa lain.</p>
<p>Kalau bisa saya simpulkan, penjajahan saat ini adalah pilihan, apakah anda mau atau tidak untuk dijajah. Jelasnya, apakah anda lebih rela memberi uang untuk negara lain atau untuk Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>PYM</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuanmandika.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuanmandika.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuanmandika.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuanmandika.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuanmandika.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuanmandika.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuanmandika.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuanmandika.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuanmandika.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuanmandika.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuanmandika.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuanmandika.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuanmandika.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuanmandika.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuanmandika.wordpress.com&amp;blog=3630026&amp;post=122&amp;subd=yuanmandika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuanmandika.wordpress.com/2011/03/07/penjajahan-modern-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30b2cbfc08c8cffcfc64b5b975c56721?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuanmandika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Pulang ke Malang sekalian Solo Backpacking ke Semarang-Jogja</title>
		<link>http://yuanmandika.wordpress.com/2010/07/20/perjalanan-pulang-ke-malang-sekalian-solo-backpacking-ke-semarang-jogja/</link>
		<comments>http://yuanmandika.wordpress.com/2010/07/20/perjalanan-pulang-ke-malang-sekalian-solo-backpacking-ke-semarang-jogja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 15:32:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuanmandika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Tua]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid agung jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Pagoda Watugong]]></category>
		<category><![CDATA[Prambanan]]></category>
		<category><![CDATA[Sam Po kong]]></category>
		<category><![CDATA[Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Solo Backpacker]]></category>
		<category><![CDATA[Sosrowijayan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuanmandika.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Hari itu Rabu, 12 Mei 2010 saya ijin untuk masuk hanya setengah hari untuk pulang ke Malang. Rencana saya adalah melewati kota yang belum pernah sama sekali saya kunjungi dan sepertinya dalam kotanya cukup menarik, yaitu kota Semarang. Pada pukul 14.45 saya berangkat dari kontrakan di Cilegon untuk menuju Jakarta. Perjalanan dari kontrakan diawali dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuanmandika.wordpress.com&amp;blog=3630026&amp;post=65&amp;subd=yuanmandika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Hari itu Rabu, 12 Mei 2010 saya ijin untuk masuk hanya setengah hari untuk pulang ke Malang. Rencana saya adalah melewati kota yang belum pernah sama sekali saya kunjungi dan sepertinya dalam kotanya cukup menarik, yaitu kota Semarang. Pada pukul 14.45 saya berangkat dari kontrakan di Cilegon untuk menuju Jakarta. Perjalanan dari kontrakan diawali dengan naik ojek Rp.5.000 dan dilanjutkan dengan angkutan umum menuju Terminal Bayangan Cilegon Timur.</p>
<p style="text-align:justify;">Sesampai di Cilegon Timur ada bis AC  jurusan Kalideres. Saya pun naik bis tersebut dan kembali nunggu penumpang cukup lama sekitar setengah jam. Seperti biasa pengamen dan penumpang lalu lalang. Setelah sekian lama saya amati, tipikal pengamen Cilegon adalah pengamen bergaya <em>rasta jamaican</em>, dengan lagu-lagu band melayu, kebanyakan seperti itu. Yang menggugah perasaan saya saat itu adalah tukang semir yang masih anak-anak dengan keterbelakangan mental, dia masuk ke bis sekilas dan setelah melihat-lihat ke arah bawah, mencari sepatu yang mungkin bisa dia semir. Begitu dia melihat tidak ada yang memakai sepatu dia langsung keluar bis. Aku tidak habis pikir, dimana orang tuanya? Anak dengan keterbelakangan mental seperti itu masih saja dipekerjakan. Kemudian bis berangkat, cukup lancar walaupun ada perbaikan jalan tol sehingga bis tidak dapat melaju dengan maksimal.</p>
<div style="text-align:justify;">Di tengah perjalanan, tiba-tiba ada seorang laki-laki dengan dandanan alay tiba-tiba duduk di sebelah saya. Dia berbasa-basi sebentar, menanyakan saya kerja atau kuliah dsb. Percakapan yang terjadi kurang lebih sbb:</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">Dia: (dia berkata pelan, seperti berbisik)</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">Saya: Haah?</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">Dia: Enggg, mau kemana mas? (Saya yakin perkataan awal tadi bukan ini)</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">Saya: Kalideres mas</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">Dia: Emang mau kemana?</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">Saya: Ke Senen mas, kalo mas mau kmana?</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">Dia: Mau ke Tanah Abang,,</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">Saya: Oooh,</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">(Dengan suara agak berbisik dia berkata)</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">Dia: Mas mau beli hape saya gak?</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">Saya: Ooh, enggak mas</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">Dia: Tawar brapa lah mas.</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">Saya: Enggak mas, lagi ga ada duit</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">Dia: (Mengeluarkan hape dari sakunya) ini mas barangnya masih bagus lho.</div>
<div style="text-align:justify;">Saya: Kenapa dijual mas?</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">Dia: (berkata pelan) Tadi saya ambil disitu mas.. ssstt.. (sambil menaruh jari telunjuk di bibirnya)</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">Saya: hee, enggak mas, lagi gak punya duit, (Maling amatiran ini kayanya, masa nyolong bilang-bilang, haddeeeuuuh)</div>
<p>Setelah mencari klien satu lagi (yang duduk di depan saya) dan sepertinya gagal, akhirnya dia pun turun sebelem sampai di Terminal Kalideres dengan tenangnya. Saya rasa dia adalah maling yang masih amatiran. Akhirnya saya sampai di Terminal Kalideres pada pukul 17.45. Setelah buang air kecil, saya melanjutkan menuju Stasiun Senen, kali ini saya melanjutkan dengan menggunakan busway. Busway pertama yang datang langsung saya masuki, kebetulan jurusan Harmoni, dengan harapan dan perkiraan dapat menghemat waktu dengan ganti jurusan Pulogadung di Harmoni. Perkiraan saya tidak berjalan mulus, ternyata busway juga kena macet, jalan setelah Roxy macet parah. Jarum jam sudah menunjukkan 18.15 tapi belum juga sampai di Harmoni, padahal kereta berangkat pukul 19.20. Dengan sedikit bersabar akhirnya saya sampai di Shelter Harmoni pada pukul 18.40. Kesan saya saat itu Woow, amazing!! sejauh mata memandang isinya orang semua. Baru kali ini saya di Harmoni dengan antrian sepanjang itu. Antrian Pulogadung hampir bertemu dengan antrian Kalideres. Gilak!!. Akhirnya saya mengambil antrian ke Pulogadung dengan ragu-ragu. Antri dengan harapan bis-bis kosong jurusan Pulogadung berdatangan dengan cepat.</p>
<p style="text-align:justify;">18.50. Masih antri di Harmoni sekitar di kejauhan 8 meter dari pintu. Karena saya yakin, tidak akan bisa mengejar kereta apabila saya tetap naik busway, akhirnya saya mengambil langkah seribu keluar dari Halte Harmoni ini. Keluar halte langsung saya mencari ojek . Awalnya pak ojek meminta 20 ribu akhirnya dengan tawar-menawar ongkos hanya bisa turun 5 rebu. Alhamdulillah, akhirnya sampai di Stasiun Senen tepat waktu, yaitu jarum jam menunjukkan pukul 19.10. Setelah membeli nasi bungkus dan air minum,  saya pun masuk stasiun, dan ternyata kereta Senja Utama jurusan Semarang sudah stand by di tempat. Perjalanan ingin saya habiskan dengan molor, tapi mata susah sekali untuk merem, walaupun akhirnya berhasil tidur meskipun hanya 2-3 jam. Akhirnya sampai di Semarang pukul 04.00 dini hari, terlambat 45 menit dari jadwal. Padahal rencana awal adalah melanjutkan tidur di stasiun, karena terlambat, jadi terpaksa langsung berangkat ke Masjid Agung Jawa Tengah untuk mengejar sholat subuh jama&#8217;ah disana. Tetapi, karena saya belum pernah ke Semarang, naik apa kesana? Ojek/Taksi? Ga tau sama sekali MAJT tu jauh atau dekat dari stasiun. Akhirnya saya putuskan naik taksi. Taksi di Semarang saya rasa cukup bagus, sistem agronya jalan dan relatif murah. Akhirnya dengan uang Rp.15000, saya sampai di MAJT, walaupun ada tambahan Rp4000 dikarenakan pak supir tidak mau bayar parkir sendiri. *sigh.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai di MAJT di kegelapan, tapi masih terlihat bangunannya yang indah dengan penerangan lampu minimalis membuatku sedikit merinding. Ketika saya datang bertepatan dengan muadzin yang sedang mengumandangkan iqomat, akhirnya dengan buru-buru saya mengambil wudlu dan alhamdulillah dapat jamaah walaupun masbuk. Setelah sholat, saya duduk sejenak di dalam masjid sambil mengamati ornamen-ornamen masjid, sebelum akhirnya petugas masjid mematikan seluruh lampu di dalam masjid, dan saya pun keluar. Sesampai di luar, langit masih gelap dan tidak begitu terang. Dengan badan yang lengket-lengket karena keringat akibat perjalanan di kereta, akhirnya saya mandi di kamar mandi MAJT. Setelah mandi, saya mencari saklar listrik untuk me-recharge baterei hp saya yang sudah sekarat. Setelah sekitar 30 menit saya me-recharge HP, saya kemudian menuju ke teras masjid untuk melihat bangunan masjid, saat itu langit sudah terang.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/1.jpg"><img class="size-medium wp-image-71 alignleft" title="Masjid Agung Jawa Tengah Sunrise" src="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/1.jpg?w=300&#038;h=198" alt="" width="300" height="198" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Terasa sejuk sekali di masjid saat itu. Suasana pagi hari yang cerah di dengan suara kicauan burung yang terdengar bikin hati sejuk. Sebenarnya saya agak heran, baik di dalam maupun di luar masjid kicauan burung terdengar jelas, asumsi saya, itu hanyalah rekaman, dan mungkin benar. Saya pun berkeliling kompleks MAJT dan mengambil beberapa gambar. Di kompleks MAJT ini, di pagi hari rupanya juga dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk melakukan aktivitas olahraga, baik hanya sekedar joging maupun bersepeda. Setelah puas berkeliling akhirnya saya pun keluar masjid.</p>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">Di halaman luar masjid banyak pedagang kaki lima yang berjualan, dan kebanyakan adalah penjual makanan. Akhirnya saya pun membeli semacam &#8220;cenil&#8221; satu bungkus dengan harga Rp.1000 saja, wow murah, saking tidak percayanya sampai saya sempat menanyakan harga 2 kali. Cukup untuk sedikit mengganjal perut, makan di depan kompleks masjid sambil melihat pemandangan pagi di Semarang.</div>
<p style="text-align:justify;">Dari kompleks MAJT saya berencana pergi ke Kota Tua. Dari MAJT, untuk pergi kota tua bisa menggunakan bis mini yang lewat dari depan masjid langsung. Tetapi karena saat itu masih pagi dan hari libur, jarang sekali angkutan yang lewat. Akhirnya ada angkot yang kebetulan lewat disitu bertulisakan Johar (padahal bukan jalurnya). Akhirnya saya pun naik angkutan tersebut setelah menanyakan ke bapak supir.</p>
<p><img class="size-medium wp-image-77 alignright" title="Kota Tua Semarang" src="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/4.jpg?w=198&#038;h=300" alt="" width="198" height="300" /></p>
<p><img class="size-medium wp-image-76 alignleft" title="Kota Tua Semarang" src="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/3.jpg?w=300&#038;h=198" alt="" width="300" height="198" /></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah melewati Kota Tua, angkot pun berhenti di pertigaan Mpu Tantular, sepertinya ini adalah batas terluar Kota Tua yang ditandai dengan perbatasan jalan raya dengan paving dan aspal. Kota Tua di Semarang adalah sisa-sisa bangunan kuno jaman Belanda yang masih dipertahankan kondisinya, seperti layaknya Kota Tua di Jakarta ataupun jalan Braga di Bandung. Saya rasa kota Tua di Semarang ini benar-benar &#8220;Tua&#8221;. Maksud saya, bangunan sangat terlihat tua, banyak bangunan terlihat sangat kurang perawatannya sehingga terlihat sangat tua. Saya rasa Kota Tua di Semarang sangat cocok untuk dijadikan latar untuk film bernuansa horror, karena akan sangat bagus hasilnya nanti.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;"><em><br />
</em></div>
<div style="text-align:justify;"><em>&#8220;Semarang kaline banjir . . .&#8221;</em></div>
<p><img class="size-medium wp-image-75 alignleft" title="Kota Tua Semarang" src="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/2.jpg?w=300&#038;h=198" alt="" width="300" height="198" /></p>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">Lagu itu mungkin sangat terkenal di telinga kita, yaitu Semarang sudah identik dengan banjir. Saya pun membuktikan hal tersebut di</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">kota tua. Mungkin malam sebelumnya hujan turun, dan saya lihat banyak sekali genangan-genangan air yang menggenang meutupi jalan</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">sehingga kendaraan tidak bisa lewat, sebut saja jalan Mpu</div>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">Tantular sebelah utara yang terlihat lebih seperti sungai bagi saya. Ada juga perkampungan di Kota Tua yang sepanjang jalannya tertutup oleh genangan air, kesan saya di perkampungan itu adalah &#8220;menarik&#8221;, bagai Venice versi Indonesia. Hehehe.</div>
<p style="text-align:justify;">Setelah puas keliling Kota Tua sekitar 45 menit dengan berjalan kaki akhirnya saya melanjutkan perjalanan saya ke &#8220;tidak tahu kemana&#8221;. Di lampu merah saya duduk sebentar untuk istirahat dan kemudian melihat ada masjid, dan saya pun kesana karena saya &#8220;kebelet boker&#8221;. Itulah ternyata yang disebut Masjid Agung Semarang, terletak di dekat pasar Johar. Setelah itu saya berjalan sedikit menuju Jalan Pemuda.</p>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">Jalan Pemuda adalah salah satu jalan utama di Semarang yang terhubung langsung dengan Tugu Muda. Untungnya saya tau hal itu. Kebetulan ada bis sedang nge-tem, dan tanpa pikir panjang saya pun naik bis itu. Bisnya ber-AC, lumayan untuk istirahat sejenak. Dan untungnya bis hanya lurus dan lewat Tugu Muda, dengan membayar</div>
<p><img class="size-medium wp-image-85 alignleft" title="Tugu Muda Semarang" src="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/6.jpg?w=300&#038;h=198" alt="" width="300" height="198" /></p>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;">Rp.2000 akhirnya saya pun turun dari Bis di Tugu Muda. Tugu Muda, salah satu landmark kota Semarang dengan beberapa bangunan yang mengelilinginya diantaranya Lawang Sewu, Museum Manggala bakti. Tugu Muda dihiasi dengan air mancur dengan air yang tidak terlalu kotor dan tidak terlalu jernih. Saat itu sedang banyak anak kecil yang sedang mandi bermain air dan mandi di sana, sungguh asyik, hehe.</div>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/7.jpg"><img class="size-medium wp-image-84 alignright" title="Lawang Sewu" src="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/7.jpg?w=198&#038;h=300" alt="" width="198" height="300" /></a>Sayang sekali saat itu Lawang Sewu sedang ditutup, tidak tahu mengapa. Yang jelas, saat itu pagar seng mengitari Lawang Sewu, tidak ada orang disana. Lawang Sewu sangat terkenal dengan mistisnya, dan sayang sekali saya saat itu tidak berkesempatan kesana, hanya untuk sekedar melihat2 maupun mengambil gambar dari dekat. Akhirnya langkah saya tergiring menuju pasar bulu yang letaknya tidak jauh dari Tugu Muda. Untuk mengobati perut saya yang keroncongan akhirnya saya menemukan soto yang terletak di depan Pasar Bulu. Rasa Soto-nya cukup enak dengan nasi yang disajikan di mangkok kecil. Nasi Soto + 1 Tusuk Sate (daging) + Es Teh manis, hanya Rp.7000, senangnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Pasar Bulu saya beranjak kembali ke arah Tugu Muda, saya melihat waktu masih menunjukkan pukul 9.30 pagi. AKhirnya dengan <a href="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/10.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-88" title="Sam Po Kong" src="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/10.jpg?w=300&#038;h=198" alt="" width="300" height="198" /></a>spontan saya berbelok ke Museum Manggala Bhakti, yang letaknya tepat di depan Tugu Muda. Ternyata ini adalah Museum TNI, hanya berkeliling sekejap, tidak sampai 30 menit saya pun keluar. Saya keluar selain saya agak bosan selain itu juga suasananya horror, ditambah lagi saya hanya sendirian, mungkin lebih baik saya keluar. Untuk masuk Museum ini tidak dikenakan biaya masuk alias gratis.</p>
<p style="text-align:justify;">Tujuan saya berkutnya adalah Klenteng Sam Po Kong. Setelah bertanya kepada bapak polisi akhirnya saya memutuskan pergi menuju Sam Po Kong dengan menggunakan taksi. Sebenarny dari Tugu Muda menuju Sam Po Kong bisa dengan menggunakan angkutan umum, tetapi selain jarang juga tanggung, karena dibutuhkan 3 kali ganti angkot untuk mencapai Sam Po Kong. Dan benar, dengan menggunakan taksi saya sampai di Sam Po Kong dengan tarif Rp 7500 + tips, jadi dibulatkan menjadi Rp10000.</p>
<p>Sampai di Sam Po Kong pukul 10 lewat. Usut punya usut Klenteng Sam Po Kong ini dibangun oleh musafir muslim Cina, walaupun saat ini masih sering digunakan<a href="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/8.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-86" title="Sam Po kong" src="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/8.jpg?w=198&#038;h=300" alt="" width="198" height="300" /></a>sembahyang oleh penganut Konghucu. Untuk memasuki area Sam Po Kong ini hanya dikenakan biaya Rp3000 saja. Kesan pertama saya saat disana adalah &#8220;Wow berasa <a href="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/9.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-87" title="Sam Po Kong" src="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/9.jpg?w=300&#038;h=198" alt="" width="300" height="198" /></a>di China!!&#8221;. Ornamen-oranamennya sangat original</p>
<p>ditambah warna bangunan dominan menambah suasana yang berbeda. Kita juga diperkenankan untuk melakukan sembahyang. Sembahyang dilakukan didalam area sembahyang yang apabila memasukinya kita dikenakan untuk membeli Hio seharga Rp.20.000,-. Dengan membeli hio ini kita juga dapat mencoba untuk mengetahui peruntungan, maupun ramal jodoh. Karena suasanyanya yang unik, Sam Po Kong ini juga dimanfaatkan oleh para pengurusnya untuk mengambil untung dengan jasa persewaan pakaian. Penyewaan pakaian yang dimaksud adalah pakaian cina kekaisaran seperti yang kita lihat di film-film kerajaan Cina. Apabila kita ingin menyewa pakaian ditambah jasa pemotretan kita harus membayar Rp.70.000,-.</p>
<p style="text-align:justify;">Pukul 11.30 Saya menuju berangkat menuju Jogja dengan menggunakan bis 3/4. Di tengah perjalanan, ternyata saya melewati daerah watugong, dan terlihat sebuah pagoda tepat di sebelah jalan raya. Akhirnya saya pun turun disitu setelah membayar Rp.5.000 ke kenek bis. Dan inilah yang disebut Pagoda Buddhagaya, Watugong. Tempat ini masih digunakan oleh warga sekitar untuk melakukansembahyang. Di sini rencananya akan dibangun sebuah patung budha yang cukup tinggi, yaitu sekitar hampir 15 m tingginya.</p>
<div id="_mcePaste" style="text-align:justify;"><a href="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/12.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-92" title="pagoda buddhagaya watugong semarang" src="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/12.jpg?w=300&#038;h=198" alt="" width="300" height="198" /></a>Setelah berputar-putar di sekitar pagoda, saya pun keluar untuk melanjutkan perjalanan ke Jogja. Bus arah jogja langsung saya naiki tepat di depan pagoda. Perjalanan menggunakan bis menuju Jogja sangat sejuk, karena melewati kota Ambarawa &#8211; Magelang yang berada di dataran tinggi, dengan jalan  di lereng Gunung Merapi sungguh menyejukkan. Hujan turun hampir di sepanjang perjalanan saya menuju Jogja. Akhirnya saya sampai di stasiun Jombor Jogja pada pukul 14.30.</div>
<p style="text-align:justify;">Tidak tahu kemana harus pergi, apa ke Malioboro atau kemana. Kemudian, ada bis trans jogja melintas, tanpa pikir panjang saya langsung saja naik bis trans jogja itu.<a href="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/11.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-91" title="pagoda Buddhagaya Watugong Semarang" src="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/11.jpg?w=198&#038;h=300" alt="" width="198" height="300" /></a>Setelah bertanya-tanya kepada kenek bus trans jogja itu, ternyata bis ini sejalan menuju Candi Prambanan. Bis trans jogja menurut saya jauh lebih baik daripada Trans Jakarta. Bis trans jogja sangat teratur, setiap bis sudah memiliki jadwal pasti, maksudnya jam tertentu harus sudah berada di shelter tertentu. Setelah berganti bis pada 3 shelter akhirnya saya sampai di shelter terakhir, yaitu shelter Prambanan. Waktu menunjukkan pukul 16.00 dan saat itu hujan turun. Setelah sholat saya pun segera mencari makan, karena saya belum makan sejak siang tadi. Ternyata sore itu Prambanan telah tutup, saya pun hanya bisa menikmati bakmi jogja di warung sekitaran Pasar Prambanan.</p>
<p style="text-align:justify;">Waktu menunjukkan hampir pukul 17.00 dan saya pun kembali pergi cari penginapan. Saya putuskan untuk mencari penginapan ke Malioboro saja, karena disana tersebar banyak penginapan murah. Dari Prambanan menuju Mailoboro cukup sekali saja menggunakan bus Trans Jogja. Sesampainya di Malioboro yang saya tuju pertama kali adalah kampung Sosrowijayan untuk mencari penginapan. Dengan bantuan calo akhirnya dan atas permintaan saya, yaitu penginapan yang paling murah se-sosrowijayan, akhirnya saya dapatkan tempat menginap dengan tarif Rp.40.000 per malam, mungkin pada hari biasa tarif bisa kurang dari itu, mengingat saya kesana saat long weekend.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah membersihkan diri saya pun keluar Malioboro untuk berbelanja oleh-oleh dan mencari makan malam. Setelah berbelanja dengan agak &#8220;over budget&#8221; akhirnya saya kembali ke penginapan untuk istirahat, dan merencanakan keesokan harinya untuk singgah ke Solo atau Blitar.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/13.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-94" title="candi Prambanan" src="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/13.jpg?w=300&#038;h=198" alt="" width="300" height="198" /></a>Pukul 06.00 keesokan hari saya bangun karena tidur nyenyak sekali, mungkin karena saya yang sudah kelelahan. Setlah mandi dsb, lalu saya check out dan langsung menuju stasiun Tugu untuk melanjutkan perjalanan ke Solo dengan menggunakan kereta Pramex yang terkenal itu. Tetapi ternyata saya terlambat, kereta Pramex baru saja berangkat dan kereta berikutnya masih 2 jam lagi. Akhirnya saya pun keluar stasiun untuk mencari<a href="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/14.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-95" title="14" src="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/14.jpg?w=198&#038;h=300" alt="" width="198" height="300" /></a> sarapan bubur terlebih dahulu. Bus Trans Jogja memanggil-manggil saya untuk dinaiki, dan tanpa pikir panjang saya memutuskan untuk ke Solo via jalan darat atau bis saja. Sebenarnya saya saat itu bingung, apakah langsung ke Malang atau ke langsung ke Blitar atau ke Solo dulu. Saya putuskan untuk pergi ke Terminal Prambanan terlebih dahulu, dengan harapan disana banyak pilihan bis ke arah timur. Sampailah di Shelter Prambanan, dan saya tergoda untuk mampir ke Candi Prambanan, dengan hanya berjalan kaki sampailah saya di Candi Prambanan dengan membayar tiket masuk sebesar Rp.15.000. Berkeliling sebentar di sekitar Prambanan, saat itu banyak turis baik orang bule maupun Asia. Waktu sudah menunjukkan pukul 10.30, matahari makin terik dan saya memutuskan melanjutkan perjalanan saya. Dari depan Prambanan langsung saya naik bis menuju Solo dengan tarif Rp.15.000. Tidak tahu mengapa perjalanan dengan manggunakan bis kali ini sangat membosankan tidak seperti perjalanan Semarang &#8211; Jogja. Mungkin itlah sebabnya kereta Pramex sangat diminati ketimbang bis yang hanya melalui bangunan di kanan kirinya yang sangat membosankan. Pengamen datang silih berganti di sepanjang perjalanan. Melewati kota Klaten, kota yang yang berdasakan pengamatan saya, pelajarnya suka sekali &#8220;nongkrong&#8221; di jalanan sambil merokok, tidak jauh berbeda dengan kota Solo.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya saya sampai di Terminal Tirtonadi Solo pada pukul 11.30. Uang di dompet saya tersisa tidak lebih dari Rp.50.000 rupiah saja, setelah melihat papan yang bertuliskan tarif-tarif bis antarkota saya sedikit lega karena disitu tertulis Bis Solo-Blitar-Malang hanya Rp.36.000. Sebalum melanjutkan perjalanan saya sholat Jum&#8217;at terlebih dahulu. Setelah sholat jum&#8217;at saya langsung naik bis Solo-Blitar-Malang. Sebelum berangkat kondektur langsung meminta bayaran, dan saya kaget karena di tiket dituliskan tarif tiket adalah Rp.65.000. Karena uang saya tidak mencukupi, akhirnya saya pun keluar dari bis untuk mencari ATM. Menurut saya di terminal ini banyak sekali orang bertampang preman, cukup agresif pula. Di terminal tidak ada ATM, sehingga saya harus keluar mencari ATM, dan karena di Solo jarang terdapat angkot, saya terpaksa naik ojek. Dengan naik ojek, saya sedikit berkeliling Solo dengan tidak lupa mengambil uang di ATM.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk perjalanan sendiri saya biasanya menyimpan ATM di tempat yang sulit terjangkau untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Uang tunai saya simpan di dompet, yang seharusnya cukup apabila saya tidak terlalu banyak berbelanja oleh-oleh.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai di Terminal Tirtonadi kembali pada pukul 13.30 dan saya dengan PD-nya masuk kembali ke bis tersebut. Bis ini adalah bis terjelek yang pernah saya naiki, lebih jelek daripada bis-bis damri di Jakarta. Sepertinya dimana-mana banyak sarang kecoa plus rangka besinya yang tidak terhindar dari karat. Bis ini mengetem di Terminal ini sangat lama. Hampir satu jam saya dan penumpang lain menunggu. Mungkin karena penumpang yang tidak banyak, akhirnya saya dan penumpang lain memutuskan pindah bis jurusan Solo &#8211; Surabaya. Bis kali ini cukup baik, paling tidak ber-AC. Perut saya yang keroncongan hanya saya isi dengan tahu, itu pun tahu yang sangat kenyal yang mungkin sudah tercampur formalin.</p>
<p style="text-align:justify;">Sport Jantung. Itulah judul perjalanan bis kali ini. Karena saya harus sampai di Jombang sebelum jam 19.00, karena itulah bis terakhir dari Jombang menuju Malang. Apabila terlambat saya harus berputar lewat Surabaya. Untungnya saya sampai di Terminal jombang tepat waktu, dan di sana sudah ada Bis Puspa Indah yang menunggu. Sebelum berangkat saya minum antimo karena perjalanan Jombang &#8211; Malang lebih parah kelokan-nya dibanding puncak. Antimo sangat manjur, saat terbangun sudah ada di Kota Batu, rasa lega karena akan tiba di kota tercinta Kota Malang.</p>
<p style="text-align:justify;">Waktu menunjukkan pukul 21.00 saya telah sampai di Terminal Landungsari Malang. Naik angkot 2 kali akhirnya saya sampai di gapura Perumahan. Di atas jam 9 malam angkutan masuk ke perumahan sudah tidak ada. Jadilah saya berjalan kaki sekitar 1-2 km sambil menikmati malam di Malang, sampai akhirnya ada orang yang berbaik hati mengantarkan saya sampai di depan rumah. Kepulangan saya ke Malang kali ini tidak diketahui oleh keluarga saya di rumah. Alhasil saya berhasil memberikan surprise kepada keluarga tercinta malam itu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuanmandika.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuanmandika.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuanmandika.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuanmandika.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuanmandika.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuanmandika.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuanmandika.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuanmandika.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuanmandika.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuanmandika.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuanmandika.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuanmandika.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuanmandika.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuanmandika.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuanmandika.wordpress.com&amp;blog=3630026&amp;post=65&amp;subd=yuanmandika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuanmandika.wordpress.com/2010/07/20/perjalanan-pulang-ke-malang-sekalian-solo-backpacking-ke-semarang-jogja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30b2cbfc08c8cffcfc64b5b975c56721?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuanmandika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Masjid Agung Jawa Tengah Sunrise</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/4.jpg?w=198" medium="image">
			<media:title type="html">Kota Tua Semarang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kota Tua Semarang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kota Tua Semarang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/6.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tugu Muda Semarang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/7.jpg?w=198" medium="image">
			<media:title type="html">Lawang Sewu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/10.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sam Po Kong</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/8.jpg?w=198" medium="image">
			<media:title type="html">Sam Po kong</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/9.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sam Po Kong</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/12.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pagoda buddhagaya watugong semarang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/11.jpg?w=198" medium="image">
			<media:title type="html">pagoda Buddhagaya Watugong Semarang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/13.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">candi Prambanan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yuanmandika.files.wordpress.com/2010/07/14.jpg?w=198" medium="image">
			<media:title type="html">14</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Alangkah Anehnya</title>
		<link>http://yuanmandika.wordpress.com/2010/02/13/alangkah-anehnya/</link>
		<comments>http://yuanmandika.wordpress.com/2010/02/13/alangkah-anehnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 04:02:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuanmandika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuanmandika.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Mudah2an bermanfaat untuk para kaskuser muslim dan semoga kita tidak termasuk umat yang aneh seperti berikut: - Aneh ya, duit Rp 20.000 kelihatan begitu besar bila di bawa ke kotak masjid, tapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket. - Aneh ya, 30 menit terasa terlalu lama untuk berdzikir tapi betapa pendeknya waktu untuk menonton [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuanmandika.wordpress.com&amp;blog=3630026&amp;post=56&amp;subd=yuanmandika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mudah2an bermanfaat untuk para kaskuser muslim dan semoga kita tidak termasuk umat yang aneh seperti berikut:</p>
<p>- Aneh ya, duit Rp 20.000 kelihatan begitu besar bila di bawa ke kotak masjid, tapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket.</p>
<p>- Aneh ya, 30 menit terasa terlalu lama untuk berdzikir tapi betapa pendeknya waktu untuk menonton satu acara komedi.</p>
<p>- Aneh ya, betapa lamanya 1 jam berada di masjid, tapi betapa cepatnya 2 jam berlalu saat menonton konser musik.</p>
<p>- Aneh ya, tak sampai 30 menit dengar khutbah Jumat,<br />
sampai bosan rasanya tapi tak pernah puas dengar lagu kesukaan kita walaupun diulang dua tiga kali ataupun berkali-kali.</p>
<p>- Aneh ya, lihat iklan jualan murah di tv, rasanya tidak sabar-sabar ingin pergi belanja, tapi dengar nanungan azan langsung cepat2 ganti channel lain.</p>
<p>- Aneh ya, mall yang berpuluh kilometer jauhnya dibela2kan sanggup naik mobil pergi, tapi masjid dekat rumah berat kaki rasanya.</p>
<p>- Aneh ya, rasanya susah sekali merangkai kata untuk dipanjatkan saat berdoa atau solat, tapi betapa mudahnya cari bahan lawakan dengan kawan-kawan.</p>
<p>- Aneh ya, betapa seruan dan teriakan yang panjang waktu pertandingan sepakbola yang jadi kegemaran kita, tapi betapa bosannya bila imam solat Terawih bulan Ramadan bacaannya lama dan panjang.</p>
<p>- Aneh ya, rasanya susah sekali untuk habiskan al-Quran walau satu halaman, tapi majalah hiburan dan novel best-seller 100 halaman pun habis dilahap.</p>
<p>- Aneh ya, orang2 berebut paling depan untuk menonton bola atau konser musik, tetapi berebut cari shaf paling belakang bila solat Jumat supaya bisa cepat keluar.</p>
<p>- Aneh ya, susahnya orang mengajak menyebarkan dakwah, tapi mudahnya orang menyertai dan menyebar gossip.</p>
<p>- Aneh ya, kita begitu percaya pada yang dikatakan di email<br />
yang ada di internet, tapi sering mempertikaikan apa yang dikatakan al-Quran.</p>
<p>- Aneh ya, kita bisa mengirimkan ribuan lawakan ataupun sms gombal cinta melalui sms, tapi bila mengirim yang berkaitan dengan ibadah berfikir dua tiga kali.</p>
<p>Aneh kah kita…..?<br />
Mari kita semua beristighfar, tanyalah hati dan iman.<br />
Renungkanlah……..</p>
<p><a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3308943">http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3308943</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuanmandika.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuanmandika.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuanmandika.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuanmandika.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuanmandika.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuanmandika.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuanmandika.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuanmandika.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuanmandika.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuanmandika.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuanmandika.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuanmandika.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuanmandika.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuanmandika.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuanmandika.wordpress.com&amp;blog=3630026&amp;post=56&amp;subd=yuanmandika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuanmandika.wordpress.com/2010/02/13/alangkah-anehnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30b2cbfc08c8cffcfc64b5b975c56721?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuanmandika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fenomena Alay</title>
		<link>http://yuanmandika.wordpress.com/2010/02/05/fenomena-alay/</link>
		<comments>http://yuanmandika.wordpress.com/2010/02/05/fenomena-alay/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 13:29:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuanmandika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Alay]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuanmandika.wordpress.com/2010/02/05/fenomena-alay/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada definisi pasti tentang apa dan siapa itu alay. Alay merupakan kata yang tercipta di saat sekarang sehingga tidak akan ada di kamus besar bahasa Indonesia. Saya tidak tahu secara pasti darimana asal kata alay itu. Alay sejauh yang saya tahu muncul pertama kali dan disebarluaskan oleh salah satu forum di dunia maya. Menurut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuanmandika.wordpress.com&amp;blog=3630026&amp;post=54&amp;subd=yuanmandika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="_mcePaste">Tidak ada definisi pasti tentang apa dan siapa itu alay. Alay merupakan kata yang tercipta di saat sekarang sehingga tidak akan ada di kamus besar bahasa Indonesia. Saya tidak tahu secara pasti darimana asal kata alay itu. Alay sejauh yang saya tahu muncul pertama kali dan disebarluaskan oleh salah satu forum di dunia maya. Menurut saya alay tercipta dari kalangan-kalangan menengah atas, yang dalam hal ini adalah pengguna internet dan bukan tercipta dari kalangan kelas bawah.</div>
<div id="_mcePaste">Sejauh sepengamatan saya, orang-orang menyebut alay pada orang-orang yang bertingkah laku norak yang kebanyakan adalah remaja kalangan menengah kebawah. Tingkah laku norak ini antara lain:</div>
<div>.</div>
<div id="_mcePaste"><strong>1 Berpakaian norak:</strong></div>
<ul>
<li>Menggunakan pakaian dengan warna yang tidak &#8220;matching&#8221; dan sangat menyolok</li>
<li>Menggunakan atribut-atribut yang tidak sewajarnya dipakai oleh manusia biasa seperti kacamata dengan model berlebihan, dsb</li>
<li>Menggunakan pakaian dengan merk terkenal tapi itu palsu, dan mereka senang memperlihatkan merk terkenalnya itu</li>
</ul>
<div>Kalau menurut saya, hal ini adalah wajar-wajar saja. Hal ini juga menurut saya tidak perlu manjadi bahan olok2an. Setiap orang memiliki gaya berpakaiannya masing-masing. Jadi itu adalah hak mereka memakai baju apa, memakai merk palsu atau tidak. Bebas-bebas saja menurut saya, dan tidak ada yang salah dengan hal ini.</div>
<div>.</div>
<div><strong>2 </strong><strong>Mengetik </strong>dengan pemilihan huruf dan format yang <strong>tidak wajar</strong>,</div>
<ul>
<li>Mengganti-ganti huruf dengan karakter lain misalnya, huruf &#8220;i&#8221; diganti dengan &#8220;1&#8243; atau &#8220;!&#8221;, huruf &#8220;e&#8221; diganti &#8220;3&#8243; dsb</li>
<li>Menggunakan huruf besar kecil, yang acak, ga sesuai dengan eyd yang benar, misalnya &#8220;nAMa sAyA bLa bla bLa&#8230;.&#8221;</li>
<li>Mengganti hurup dengan hurup laen agar terlihat lebih imut, misalnya &#8220;sayang&#8221; menjadi &#8220;cayaank&#8221;, &#8220;maaf&#8221; menjadi &#8220;muuph&#8221;, dsb</li>
<li>Menulis dengan bahasa inggris tapi dengan ejaan yang sudah dimodifikasi supaya lebih imut. misalnya &#8220;love&#8221; menjadi &#8220;loppphh&#8221;, dsb</li>
</ul>
<div>Kalau yang ini saya rasa harus diperangi. Mereka hanya akan merusak bahasa indonesia saja nantinya. Bagaimana bahasa Indonesia bisa populer di negaranya sendiri kalau bahasa pergaulan anak mudanya seperti itu. Cara penulisan alay seperti ini hanya memiliki segi negatif, membuat orang yang membaca &#8220;sakit mata&#8221;, dan harus berjuang ekstra keras hanya untuk memahami bacaannya.</div>
<div>.</div>
<div id="_mcePaste"><strong>3 Bertingkah laku berlebihan</strong> yang seringkali <strong>mengganggu</strong>, diantaranya:</div>
<ul>
<li>Kalau cowok suka nongkrong di pinggir jalan sambi l godain cewek.</li>
<li>Kadang di tempat umum dengerin musik sekencang-kencangnya pake headset sambil gerak2 kepala atau anggota badan lain</li>
<li>Di acara-acara musik di tv (spt Inbox, Dering, dsb) saat artis nyanyi, dia joget dengan gaya-gaya yang berlebihan</li>
</ul>
<div>Hampir semua tingkah laku mereka yang satu ini mengganggu dan berlebihan. Menurut saya memang tidak ada yang melarang mereka berbuat demikian. Tetapi setidaknya mereka memiliki rasa toleransi kepada orang lain apakah terganggu dengan apa yang mereka lakukan, itu saja.</div>
<div>.</div>
<div><strong>4</strong> Memiliki <strong>selera musik</strong> yang dikatakan<strong> &#8220;kampungan&#8221;</strong>, contohnya</div>
<ul>
<li>Mereka adalah penikmat lagu-lagu aliran melayu yang notabene masyarakat &#8220;non-alay &#8221; tidak menyukainya</li>
<li>Mereka merupakan penonton setia acara-acara musik seperti inbox, dering, dashyat, dsj,.</li>
<li>Suka menyanyikan lagu-lagu yang sedang top di chart acara-acara musik tersebut.</li>
</ul>
<div>Selera musik berbeda-beda, dan bukan merupakan kesalahan jika satu orang menyukai satu aliran musik tertentu. Tetapi yang salah adalah orang yang mengatai aliran musik tertentu. Seniman musik menciptakan suatu karya atau lagu bukan tanpa skill dan usaha. Jadi saling menghargai saja antar penikmat musik yang berbeda aliran.</div>
<div>.</div>
<div id="_mcePaste">Mungkin kata-kata terakhir dari saya adalah, baik untuk kaum &#8220;alay&#8221; maupun &#8220;non-alay&#8221;;</div>
<div id="_mcePaste"><strong>saling menghargai</strong>, <strong>toleransi </strong>dan <strong>jangan merasa paling benar</strong>.</div>
<div>Mr.Pym</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuanmandika.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuanmandika.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuanmandika.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuanmandika.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuanmandika.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuanmandika.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuanmandika.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuanmandika.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuanmandika.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuanmandika.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuanmandika.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuanmandika.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuanmandika.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuanmandika.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuanmandika.wordpress.com&amp;blog=3630026&amp;post=54&amp;subd=yuanmandika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuanmandika.wordpress.com/2010/02/05/fenomena-alay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30b2cbfc08c8cffcfc64b5b975c56721?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuanmandika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kontroversi Penayangan Film Australia &#8220;Balibo&#8221; di Indonesia</title>
		<link>http://yuanmandika.wordpress.com/2009/12/09/kontroversi-penayangan-film-australia-balibo-di-indonesia/</link>
		<comments>http://yuanmandika.wordpress.com/2009/12/09/kontroversi-penayangan-film-australia-balibo-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 06:58:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuanmandika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuanmandika.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Film Balibo Five Diputar Perdana di Jakarta source : http://www.detiknews..com/read/2009/12/01/020418/1251533/10/film-balibo-five-diputar-perdana-di-jakarta Film tentang tewasnya lima wartawan Australia di Timor Leste atau dikenal dengan nama Balibo Five telah diputar perdana di Indonesia. Pemutaran film itu disponsori oleh Jakarta Foreign Correspondents Club. Lembaga Sensor Film Indonesia (LSF) belum memutuskan apakah film ini lulus sensor atau dilarang. Film yang disutradarai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuanmandika.wordpress.com&amp;blog=3630026&amp;post=42&amp;subd=yuanmandika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Film Balibo Five Diputar Perdana di Jakarta</p>
<p>source : <a href="http://www.detiknews..com/read/2009/12/01/020418/1251533/10/film-balibo-five-diputar-perdana-di-jakarta">http://www.detiknews..com/read/2009/12/01/020418/1251533/10/film-balibo-five-diputar-perdana-di-jakarta</a></p>
<p><img title="balibo 5" src="http://www.tonymaniaty.com/images/stories/shooting-in-balibo/shooting-in-balibo-07.jpg" alt="" width="500" height="375" /></p>
<p>Film tentang tewasnya lima wartawan Australia di Timor Leste atau dikenal dengan nama Balibo Five telah diputar perdana di Indonesia. Pemutaran film itu disponsori oleh Jakarta Foreign Correspondents Club. Lembaga Sensor Film Indonesia (LSF) belum memutuskan apakah film ini lulus sensor atau dilarang. Film yang disutradarai Robert Connolly ini mengisahkan kebrutalan tentara Indonesia yang melakukan pembunuhan terhadap lima wartawan Australia pada 1975. Para jurnalis tersebut adalah Gary Cunningham, Malcolm Rennie, Greg Shackleton, Tony Stewart, dan Brian Peters. Pemerintah Indonesia menyatakan film yang dibintangi Anthony LaPaglia ini bersifat ofensif. TNI meminta agar LSF melarang peredaran film tersebut. Namun, hal itu kontradiktif dengan penjelasan otoritas RI bahwa para wartawan itu tewas secara tidak sengaja dalam sebuah baku tembak. Menurut rencana, Balibo Five juga ditayangkan di Jakarta Internasional Film Festival (Jiffest) pada 4-12 Desember. Namun, pemutaran film yang sudah dirilis di Australia bulan Juli lalu itu tergantung izin dari LSF. Sebelumnya, pada September, Departemen Luar Negeri telah meminta pejabat tinggi Deplu bertemu dengan Menlu Australia untuk meminta klarifikasi isu kasus &#8216;Balibo Five&#8217;, yang tengah diinvestigasi kembali oleh Kepolisian Federal Australia (AFP). Bagi Indonesia, kasus Balibo Five sudah selesai. Melalui juru bicaranya, Teuku Faizasyah, Deplu menyatakan kasus Balibo Five tidak peru dibuka kembali, karena akan berpotensi membuat hubungan Indonesia-Australia tidak kondusif. Film Balibo Five sendiri merupakan film fiksi yang dibuat berdasarkan persepsi sang sutradara.</p>
<p>sementara itu&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Pemutaran &#8220;Balibo&#8221; Dipadati Penonton</p>
<p>source : <a href="http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&amp;id=115030">http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&amp;id=115030</a></p>
<p><a href="http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&amp;id=115030"></a>Ratusan orang memadati aula Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Selasa (8/12) malam untuk menyaksikan film &#8220;Balibo&#8221;. Film ini menjadi kontroversi, karena sebelumnya dilarang penayangannya di Jakarta International Film Festival (Jiffest) 2009 oleh Lembaga Sensor Film (LSF). Film yang berkisah mengenai konspirasi kematian lima jurnalis Australia pada konflik Timor Leste, mengundang rasa penasaran penonton yang datang. Bahkan hingga akhir diskusi, aula GIM tampak masih dipenuhi penonton. Hingga pukul 20.00 WIB, masih ada penonton yang berdatangan. Padahal, film dimulai pukul 19.00 WIB. Bahkan, penonton yang tidak kebagian tempat untuk duduk lesehan, memilih untuk menonton dari jendela dan berdiri di belakang pintu. Karena jumlah penonton yang membludak, film ini kemudian diputar dua kali.</p>
<p>sementara itu&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p><strong>Indonesia &#8216;bans&#8217; film on journalists&#8217; deaths in E Timor</strong></p>
<p>source : <a href="http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/8390075.stm">http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/8390075.stm</a><br />
<img title="balibo five" src="http://newsimg.bbc.co.uk/media/images/46357000/jpg/_46357270_rennie_shackleton_etc_aap.jpg" alt="" width="226" height="170" /></p>
<p>&#8220;Saya belum mendapat pemberitahuan secara resmi, tetapu setelah berkonsultasi dengan penasehat hukum kami, kami memutuskan hal itu akan terlalu beresiko dan dapat melanggar hukum,&#8221; JFCC president Jason Tedjasukmana. &#8220;Mereka mengatakan pada kami bahwa kami tidak boleh menayangkan film tersebut,&#8221; kataJiffest manager Nauval Yazid. &#8220;Alasan tidak jelas. Itu mungkin karena hal tersebut dapat mengganggu hubungan antara Timor Leste dan Australia.&#8221; TNI menyambut baik terhadap adanya pelarangan tersebut. &#8220;Hal itu hanya akan melukai warga Indonesia,&#8221; juru bicara militer Rear Marshal Sagom Tamboen pada Jakarta Post. &#8220;Film ini hanya akan menghasilkan kerusakan hubungan antara Indonesia, Timor Leste dan Australia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuanmandika.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuanmandika.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuanmandika.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuanmandika.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuanmandika.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuanmandika.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuanmandika.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuanmandika.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuanmandika.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuanmandika.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuanmandika.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuanmandika.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuanmandika.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuanmandika.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuanmandika.wordpress.com&amp;blog=3630026&amp;post=42&amp;subd=yuanmandika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuanmandika.wordpress.com/2009/12/09/kontroversi-penayangan-film-australia-balibo-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30b2cbfc08c8cffcfc64b5b975c56721?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuanmandika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tonymaniaty.com/images/stories/shooting-in-balibo/shooting-in-balibo-07.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">balibo 5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://newsimg.bbc.co.uk/media/images/46357000/jpg/_46357270_rennie_shackleton_etc_aap.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">balibo five</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Only God Knows</title>
		<link>http://yuanmandika.wordpress.com/2009/09/24/only-god-knows/</link>
		<comments>http://yuanmandika.wordpress.com/2009/09/24/only-god-knows/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 05:03:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuanmandika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renunganku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuanmandika.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[when all the fancies leave their frankly out frenzy friendly appears brighter than the lights nobody remembered the life of &#8220;tinky winky&#8221; and the only vintage of sixty is turning into empty I&#8217;m in the party of rarity without a reason so it leads my tiny throttle sound silently No beatiful sounds but the ugly [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuanmandika.wordpress.com&amp;blog=3630026&amp;post=38&amp;subd=yuanmandika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>when all the fancies leave their frankly out<br />
frenzy friendly appears brighter than the lights<br />
nobody remembered the life of &#8220;tinky winky&#8221;<br />
and the only vintage of sixty is turning into empty</p>
<p>I&#8217;m in the party of rarity without a reason<br />
so it leads my tiny throttle sound silently<br />
No beatiful sounds but the ugly and fallacy<br />
Even the windy cannot fulfilling the vacancy</p>
<p>February through july to january<br />
stationary is the only change of prosperity<br />
get along with intricacy actually<br />
Living hearthly in a world with the last of royalty</p>
<p>I always ask to me about why and why<br />
they never help me to answer the why<br />
when they ask me about the what<br />
I&#8217;ll answer &#8220;privity&#8221;<br />
when they ask me about the how<br />
I&#8217;ll answer &#8220;casually&#8221;<br />
when they ask me about the who<br />
I&#8217;ll answer &#8220;only me&#8221;<br />
when they ask me about the when and where<br />
I&#8217;ll answer Only God Knows!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuanmandika.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuanmandika.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuanmandika.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuanmandika.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuanmandika.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuanmandika.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuanmandika.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuanmandika.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuanmandika.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuanmandika.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuanmandika.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuanmandika.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuanmandika.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuanmandika.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuanmandika.wordpress.com&amp;blog=3630026&amp;post=38&amp;subd=yuanmandika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuanmandika.wordpress.com/2009/09/24/only-god-knows/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30b2cbfc08c8cffcfc64b5b975c56721?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuanmandika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelajaran Dari Epik Mahabarata</title>
		<link>http://yuanmandika.wordpress.com/2009/09/24/pelajaran-dari-epik-mahabarata/</link>
		<comments>http://yuanmandika.wordpress.com/2009/09/24/pelajaran-dari-epik-mahabarata/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 04:58:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuanmandika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviewku]]></category>
		<category><![CDATA[darma]]></category>
		<category><![CDATA[mahabarata]]></category>
		<category><![CDATA[pelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuanmandika.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang menyebabkan matahari bersinar setiap hari? &#8220;Kekuatan Brahma&#8221; Apa yang menyelamatkan manusia dari mara bahaya? Keberanianlah yang menyelamatkan menusia dari mara bahaya Ilmu apakah yang bisa membuat manusia bijaksana? Untuk menjadi bijaksana tidak cukup dengan membaca kitab-kitab. Dengan bergaul dengan orang-orang bijak, orang bisa mendapatkan kebijaksanaan. Apakah yag lebih mulia dan lebih menghidupi manusia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuanmandika.wordpress.com&amp;blog=3630026&amp;post=36&amp;subd=yuanmandika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang menyebabkan matahari bersinar setiap hari?<br />
&#8220;Kekuatan Brahma&#8221;</p>
<p>Apa yang menyelamatkan manusia dari mara bahaya?<br />
Keberanianlah yang menyelamatkan menusia dari mara bahaya</p>
<p>Ilmu apakah yang bisa membuat manusia bijaksana?<br />
Untuk menjadi bijaksana tidak cukup dengan membaca kitab-kitab. Dengan bergaul dengan orang-orang bijak, orang bisa mendapatkan kebijaksanaan.</p>
<p>Apakah yag lebih mulia dan lebih menghidupi manusia daripada bumi ini?<br />
Inu yang melahirkan dan membesarkan anak-anaknya, lebih mulia dan memberikan kehidupan uang lebih besar daripada bumi</p>
<p>Apakah yang lebih tinggi dari langit?<br />
Bapak</p>
<p>Apakah yang lebih cepat daripada angin<br />
Pikiran</p>
<p>Apakah yang lebih berbahaya daripada jerami kering pada musim panas?<br />
Hati yang dilanda duka nestapa</p>
<p>Apakah yang menemani seorang pengembara?<br />
Kemauan belajar</p>
<p>Siapakah yang menemani seorang laki-laki di rumah?<br />
Istri</p>
<p>Siapakah yang menemani manusia dalam kematian?<br />
Dharma, hanya dharmalah yang menemani jiwa dalam perjalanan sunyi setelah kematian</p>
<p>Perahu apakah yang paling besar?<br />
Bumi, yang menampung segala isinya dalam dirinya sendiri adalah perahu terbesar</p>
<p>Apakah kebahagiaan itu?<br />
Kebahagiaan adalah buah dari perbuatan baik</p>
<p>Apakah yang jika ditinggalkan manusia akan membuatnya dicintai sesama<br />
Keangkuhan. Dengan meninggalkan keangkuhan, manusia akan dicintai sesama</p>
<p>Kehilangan apakah yang membuat manusia bisa bahagia dan tidak sedih?<br />
Amarah, dengan meninggalkan amarah, manusia tidak akan dikejar kesedihan</p>
<p>Apakah yang harus ditinggalkan manusia supaya menjadi kaya?<br />
Dengan meninggalkan hawa nafsu, menusia akan menjadi kaya</p>
<p>Apakah yang membuat manusia menjadi brahmana sejati? Apakah kelahiran, kelakuan baik, atau pendidikan?<br />
Kelahiran dan pendidikan tidak membuat orang menjadi brahmana. Setinggi apa pun pendidikan orang jika diperbudak oleh kebiasaan jelak, orang itu bukan seorang brahmana. Meskipun telah menguasai keempat kitab. Wedam jika kelakuannya buruk, tidak pantas disebut brahmana</p>
<p>Apakah yang paling mengherankan di dunia ini?<br />
Setiap hari orang melihat orang pergi meghadap Batar Yama, tapi orang-orang masih saja berusaha untuk hidup lebih lama lagi. Inilah yang paling mengherankan di dunia ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuanmandika.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuanmandika.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuanmandika.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuanmandika.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuanmandika.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuanmandika.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuanmandika.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuanmandika.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuanmandika.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuanmandika.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuanmandika.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuanmandika.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuanmandika.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuanmandika.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuanmandika.wordpress.com&amp;blog=3630026&amp;post=36&amp;subd=yuanmandika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuanmandika.wordpress.com/2009/09/24/pelajaran-dari-epik-mahabarata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30b2cbfc08c8cffcfc64b5b975c56721?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuanmandika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setelah Kuliah, Kuliah lagi? Kerja? atau berWiraswata?</title>
		<link>http://yuanmandika.wordpress.com/2009/05/18/setelah-kuliah-kuliah-lagi-kerja-atau-berwiraswata/</link>
		<comments>http://yuanmandika.wordpress.com/2009/05/18/setelah-kuliah-kuliah-lagi-kerja-atau-berwiraswata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 05:19:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuanmandika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanggapanku]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuanmandika.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Saya yakin pertanyaan di atas pernah terbersit di otak kita, terutama para siswa atau mahasiswa tingkat akhir.  Sangatlah wajar pertanyaan tersebut mengingat kita menginginkan hidap kita atau orang lain menjadi lebih baik dari keputusan yang telah atau akan kita ambil. Banyak alternatif yang dapat kita ambil, apabila kita lulus sekolah atau kuliah nanti, diantaranya melanjutkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuanmandika.wordpress.com&amp;blog=3630026&amp;post=31&amp;subd=yuanmandika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">Saya yakin pertanyaan di atas pernah terbersit di otak kita, terutama para siswa atau mahasiswa tingkat akhir.  Sangatlah wajar pertanyaan tersebut mengingat kita menginginkan hidap kita atau orang lain menjadi lebih baik dari keputusan yang telah atau akan kita ambil. Banyak alternatif yang dapat kita ambil, apabila kita lulus sekolah atau kuliah nanti, diantaranya melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi, melamar pekerjaan, membuat lapangan kerja sendiri atau bukan ketiga-tiganya.</div>
<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption alignnone">
<dt class="wp-caption-dt"><img title="direction" src="http://scottmcleod.typepad.com/photos/uncategorized/2008/02/15/direction.jpg" alt="direction" width="256" height="334" /></dt>
</dl>
</div>
<p>Pilihan yang kita ambil sangat menentukan masa depan kita selanjutnya. Oleh karena itu diperlukan pertimbangan yang sangat matang dalam memutuskan hal tersebut. Selain kita mempertimbangkan kesenangan kita semata kita tidak boleh mengesampingkan faktor lain. Faktor lain tersebut dapat berasal dari faktor lingkingan sekitar seperti keluarga maupun masyarakat sekitar kita. Sangatlah tidak bijaksana apabila kita hanya menginginkan sekolah di luar negeri, sedangkan di lain pihak ada kesusahan karena keputusan tersebut.</p>
<p>Pilihan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi merupakan pilihan yang cukup bagus. Tapi apakah hal tersebut relevan atau sesuai dengan kondisi diri dan lingkungan kita masing-masing. Seperti saya utarakan sebelumnya sangatlah tidak bijaksana apabila kita hanya menginginkan sekolah di luar negeri, sedangkan di lain pihak ada kesusahan karena keputusan tersebut. Faktor penahan tersebut dapat berupa orang tua kita yang kurang mampu membiayai kita atau orang tua atau saudara kita sudah membutuhkan bantuan kita dalam mencari nafkah (manambah penghasilan). Tapi pilihan sekolah di luar negeri bisa menjadi pilihan yang sangat bagus apabila kita mendapatkan beasiswa ataupun orang kita cukup mapan untuk membiayai kita.</p>
<p>Melamar pekerjaan merupakan keputusan yang banyak dijalani orang-orang. Keputusan tersebut memiliki sedikit resiko dan relatif tidak menyusahkan banyak orang. Banyak lulusan perguruan tinggi yang memimpikan bekerja di perusahaan multinasional dengan tujuan mendapatkan gaji yang besar dan nantinya akan mendapat kemakmuran pribadi semata. Tetapi apabila kita berbicara masalah ini kita berbicara masalah sosial dan tanggung jawab kita sebagai kaum terpelajar di Indonesia. Saat ini masih tinggi angka pengangguran di Indonesia, kalau bukan kita sebagai kaum terpelajar untuk mengurangi angka tersebut, lantas siapa lagi? Mungkin keputusan ini tidak akan dapat dibenarkan di Indonesia (menurut saya) jika orang tersebut hanya bekerja di perusahaan tersebut seumur hidupnya kecuali perusahaan tersebut adalah perusahaan milik negara. Tetapi mengambil pilihan ini sebagai bahan untuk mengembangkan modal yang kita miliki baik itu pengalaman, networking maupun uang merupakan pilihan yang cukup bagus.</p>
<p>Berwiraswasta merupakan keputusan yang banyak ditakuti banyak orang saat walaupun sekarang di perguruan-perguruan tinggi sedang digalakkan promosi entrepreneurship di kalangan mahasiswa. Berwirausaha setelah lulus merupakan keputusan yang sangat baik, banyak orang-orang yang akan tertolong dengan kita berwirausaha. Tetapi apakah kapasitas kita sebagai lulusan perguruan tinggi cukup untuk dapat berwirausaha? Sistem pendidikan di Indonesia kurang cocok atau tidak mencukupi dalam ilmu berwirausaha, sehingga bagi lulusan perguruan tinggi untuk dapat berwirausaha ditentukan oleh attitude/sikap masing-personal. Jadi <em>gambling</em> benar-benar terjadi jika kita langsung terjun ke dunia usaha (hanya diri kita yang tau kapasitas kita masing-masing). Dan apabila kita gagal dapat merugikan tidak hanya diri kita melainkan banyak orang.</p>
<p>Pilihan-pilihan di atas tidak ada yang salah, hanya tergantung darimana kita memandang hal tersbut, dan sesuaikan pilihan kita tersebut dengan kondisi kita dan lingkungan kita sehingga kita dapat meguntungkan tidak hanya diri sendiri melainkan banyak pihak.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuanmandika.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuanmandika.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuanmandika.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuanmandika.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuanmandika.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuanmandika.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuanmandika.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuanmandika.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuanmandika.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuanmandika.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuanmandika.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuanmandika.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuanmandika.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuanmandika.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuanmandika.wordpress.com&amp;blog=3630026&amp;post=31&amp;subd=yuanmandika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuanmandika.wordpress.com/2009/05/18/setelah-kuliah-kuliah-lagi-kerja-atau-berwiraswata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30b2cbfc08c8cffcfc64b5b975c56721?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuanmandika</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://scottmcleod.typepad.com/photos/uncategorized/2008/02/15/direction.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">direction</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sistem Pemilu di Indonesia, Baikkah?</title>
		<link>http://yuanmandika.wordpress.com/2009/05/18/sistem-pemilu-di-indonesia-baikkah/</link>
		<comments>http://yuanmandika.wordpress.com/2009/05/18/sistem-pemilu-di-indonesia-baikkah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 05:15:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuanmandika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanggapanku]]></category>
		<category><![CDATA[caleg]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu langsung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuanmandika.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Bulan april 2009 yang lalu baru saja kita bangsa Indonesia telah melakukan pemilihan umum untuk  memilih anggota DPR dan DPD. Pemilihan umum tersebut Indonesia dilakukan secara langsung, yaitu pemilih secara langsung, siapa anggota legislatif yang nantinya akan menempati kursi di DPR atau DPD. Indonesia sebagai negara demokrasi yang konon terbesar di dunia melambangkan pemilu ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuanmandika.wordpress.com&amp;blog=3630026&amp;post=27&amp;subd=yuanmandika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan april 2009 yang lalu baru saja kita bangsa Indonesia telah melakukan pemilihan umum untuk  memilih anggota DPR dan DPD. Pemilihan umum tersebut Indonesia dilakukan secara langsung, yaitu pemilih secara langsung, siapa anggota legislatif yang nantinya akan menempati kursi di DPR atau DPD. Indonesia sebagai negara demokrasi yang konon terbesar di dunia melambangkan pemilu ini sebagai pesta demokrasi terbesarnya. Pemilihan secara langsung ini menandakan bahwa Indonesia benar-benar negara demokrasi yang sangat menghargai suara dari rakyatnya. Sistem ini sangat bagus pada negara yang sudah siap baik pada pemerintahan maupun pada rakyatnya sendiri. Indonesia sebagai negara yang pertama kali mengadakan pemilihan umum secara langsung saya rasa belum siap memakai sistem pemilihan seperti ini. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya adalah sebanyak sekitar 50juta orang.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Sistem seperti ini juga membawa dampak bahwa pemilih lebih subjektif dalam memilih padahal dalam pemilihan umum faktor objektif merupakan hal seharusnya yang jadi pertimbangan dalam pemilihan. Kecenderungan subjektif seperti ini membawa popularitas seorang calon legislatif merupakan modal besar yang harus dimiliki oleh para calon legislatif tersebut. Tidak heran dengan sistem ini, banyak artis yang berlomba-lomba mendaftarkan diri menjadi calon legislatif, padahal secara kapabilitas, kebanyakan artis tidak mempunyai kemampuan di bidang politik ini. Celakanya, banyak diantara mereka yang terpilih menjadi anggota legislatif karena faktor popularitas tersebut. Hal ini dapat terjadi karena pemilih cenderung memilih tokoh yang telah mereka kenal, dalam hal ini adalah artis yang sering mereka lihat di televisi.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Fenomena lain yang terjadi pada caleg yang kurang memiliki popularitas di masyarakat. Caleg-caleg ini menjoba membuat tenar nama mereka dengan memasangposter-poster ataupun spanduk-spanduk yang bergambar dan bertuliskan nama mereka sendiri. Hal ini terjadi kepada hampir semua caleg, sehingga mengakibatkan tempat-tempat umum yang seharusnya bersih menjadi penuh poster ataupun spanduk tersebut. Dalam kenyataannya semakin banyak poster atau spanduk yang terpasang hanya menambah sedikit peluang bertambahnya suara di pemilu. Buktinya adalah tidak sedikit caleg yang frustasi karena tidak lolos pemilu caleg padahal dana yang mereka keluarkan cukup besar.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">Sistem pemilihan umum calon legislatif di Indonesia terbukti memiliki kekurangan yang sedikitnya telah saya paparkan di atas. Sistem ini membawa terpilihnya anggota legislatif yang populer dibandingkan yang berkuaitas. Bila ini terjadi, bisa kita bayangkan seperti apa orang-orang yang ada di anggota legislatif yang notabene merupakan wakil rakyat. Yang kita harapkan sekarang adalah wakil-wakil rakyat terpilih tersebut benar-benar mengerti tugasnya dan kewajibannya yaitu sebagai wakil rakyat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuanmandika.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuanmandika.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuanmandika.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuanmandika.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuanmandika.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuanmandika.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuanmandika.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuanmandika.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuanmandika.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuanmandika.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuanmandika.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuanmandika.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuanmandika.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuanmandika.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuanmandika.wordpress.com&amp;blog=3630026&amp;post=27&amp;subd=yuanmandika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuanmandika.wordpress.com/2009/05/18/sistem-pemilu-di-indonesia-baikkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30b2cbfc08c8cffcfc64b5b975c56721?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuanmandika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Persiapan Berpergian</title>
		<link>http://yuanmandika.wordpress.com/2008/05/26/persiapan-berpergian/</link>
		<comments>http://yuanmandika.wordpress.com/2008/05/26/persiapan-berpergian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 08:01:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yuanmandika</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dariku]]></category>
		<category><![CDATA[berpergian]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuanmandika.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang pasti pernah melakukan kegiatan bepergian. Bepergian tersebut dapat ke dalam kota saja maupun ke luar kota. Untuk ke luar kota kita pasti membutuhkan persiapan selama kita bepergian itu. Persiapan yang kita bawa pun tergantung tujuan dari kita ke sana serta berapa lama waktu kita tinggal. Contohnya saya, awal Juni 2008 depan insyaAllah saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuanmandika.wordpress.com&amp;blog=3630026&amp;post=26&amp;subd=yuanmandika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:120%;margin:0;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Setiap orang pasti pernah melakukan kegiatan bepergian. Bepergian tersebut dapat ke dalam kota saja maupun ke luar kota. Untuk ke luar kota kita pasti membutuhkan persiapan selama kita bepergian itu. Persiapan yang kita bawa pun tergantung tujuan dari kita ke sana serta berapa lama waktu kita tinggal. Contohnya saya, awal Juni 2008 depan insyaAllah saya a</span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">kan berpergian atau lebih tepatnya tinggal sementara di Jakarta untuk kepentingan studi selama satu bulan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:120%;margin:0;"> <span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:120%;margin:0;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Whoaa.,, bingung juga nie, apa aja yang harus dibawa? Banyak juga yah. Setelah mikir-mikir, mana yang berguna, mana yang engga, akhirnya dipustusin, mana aja yang harus aku bawa, berikut ini daftarnya, mungkin daftar ini juga bisa berguna bagi kita untuk ngingetin kita saat mau berpergian. Daftarnya yaitu :</span></p>
<div></div>
<p><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Pakaian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 1in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>a.<span style="font-family:'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Hem &amp; Kaos</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 1in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>b.<span style="font-family:'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Pakaian Dalam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 1in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>c.<span style="font-family:'Times New Roman';">       </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Celana Panjang &amp; Pendek</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Accessories Pakaian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 1in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>a.<span style="font-family:'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Jaket</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 1in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>b.<span style="font-family:'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Kaos kaki, topi, sabuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 1in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>c.<span style="font-family:'Times New Roman';">       </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Deodoran, Cologne</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Peralatan Mandi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 1in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>a.<span style="font-family:'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Sabun, Odol, Shampo</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 1in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>b.<span style="font-family:'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Handuk, Sikat gigi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Alas Kaki</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 1in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>a.<span style="font-family:'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Sepatu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 1in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>b.<span style="font-family:'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Sandal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>5.<span style="font-family:'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Dokumen dan Alat Tulis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 1in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>a.<span style="font-family:'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Buku, Catatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 1in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>b.<span style="font-family:'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Pulpen, Pensil</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 1in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>c.<span style="font-family:'Times New Roman';">       </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">CD, Installer, Flashdisk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>6.<span style="font-family:'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Hiburan + Accesoris</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 1in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>a.<span style="font-family:'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">DVD, mp3</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 1in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>b.<span style="font-family:'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Charger Baterai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>7.<span style="font-family:'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Lain-Lain</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 1in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>a.<span style="font-family:'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Dompet</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 1in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>b.<span style="font-family:'Times New Roman';">      </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Tiket</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 1in;"><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';"><span>c.<span style="font-family:'Times New Roman';">       </span></span></span><span style="font-size:10pt;line-height:120%;font-family:'Trebuchet MS';">Tisyu</span></p>
<p> </p>
<p></span></p>
<p> Semoga bermanfaat</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:120%;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:120%;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;line-height:120%;margin:0 0 0 1in;"> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yuanmandika.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yuanmandika.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuanmandika.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuanmandika.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuanmandika.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuanmandika.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuanmandika.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuanmandika.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuanmandika.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuanmandika.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuanmandika.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuanmandika.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuanmandika.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuanmandika.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuanmandika.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuanmandika.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuanmandika.wordpress.com&amp;blog=3630026&amp;post=26&amp;subd=yuanmandika&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuanmandika.wordpress.com/2008/05/26/persiapan-berpergian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30b2cbfc08c8cffcfc64b5b975c56721?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yuanmandika</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
